Rabu, 07 Desember 2011

Manusia Dan Keindahan

Manusia dan keindahan
Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan dalah kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya sama-sama memiliki nilai abadi. Tidak benar berarti tidak indah dan tidak indah berarti tidak benar. Keindahan dan kebenaran selalu berkaitan satu sama lain. Keindahan disini bukan dalam bentuk ilmu tetapi dalam bentuk seni. Keindahan juga bersifat universal. Yang tidak terkait pada selera perseorangan, waktu dan tempat, mode, kedaerahan atau lokal.
Dari berbagai pendapat, dapat disimpulkan bahwa keindahan adalah sesuatu yang tersusun dari berbagai keselarasan dan kebaikan dari garis, warna, bentuk, nada dan kata-kata.
Keindahan dapat dinikmati secara seni dan secara biasa. Keindahan yang didasari dari nilai seni didukung oleh faktor kontemplasi dan ekstensi. Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah. Sesuatu yang indah itu dapat memikat orang yang melihat, mendengar. Bentuk diluar diri manusia itu adalah karya budaya yaitu seni lukis, seni suara, seni tari, seni sastra, seni drama atau film atau berupa ciptaan Tuhan yang berupa pemandangan alam, bunga warna-warni dan lain sebagainya.
Apabila kontemplasi dan ekstansi dihubungakn dengan kreativitas maka kontemplasi adalah suatu faktor pendorong untuk menciptakan keindahan. Sedangkan ekstansi adalah faktor untuk merasakan keindahan.
Faktor pendorong manusia menciptakan keindahan :
1.       Tata nilai yang telah usang
2.       Kemerosotan zaman
3.       Penderitaan manusia
4.       Keagungan Tuhan

Dikutip dari   : Diktat Kuliah “Ilmu Budaya Dasar”
Karya              : Widyo Nugroho dan Achmad Muchji
Penerbit         : Universitas Gunadarma

sumber : http://dyahwulanseptiani.blogspot.com/

Selasa, 06 Desember 2011

Manusia Dan Keadilan

Dalam hidupdan kehidupan, setiap manusia dalam melakukan aktifitasnya pasti pernah menemukan perlakuan yang tidak adil atau bahkan sebaliknya, melakukan hal yang tidak adil. Dimana pada setiap diri manusia pasti terdapat dorongan atau keinginan untuk berbuat kebaikan “jujur”. Tetapi terkadang untuk melakukan kejujuran sangatlah tidak mudah dan selalui dibenturkan oleh permasalahan – permasalahan dan kendala yang dihadapinya yang kesemuanya disebabkan oleh berbagai sebab, seperti keadaan atau situasi, permasalahan teknis hingga bahkan sikap moral.
Dampak positif dari keadilan itu sendiri dapat membuahkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi. Karena ketika seseorang mendapat perlakuan yang tidak adil maka orang tersebut akan mencoba untuk bertanya atau melalukan perlawanan “protes” dengan caranya sendiri. Nah… cara itulah yang dapat menimbulkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi seperti demonstrasi, melukis, menulis dalam bentuk apabun hingga bahkan membalasnya dengan berdusta dan melakukan kecurangan.
Keadilan adalah pengakuan atas perbuatan yang seimbang, pengakuan secara kata dan sikap antara hak dan kewajiban. Setiap dari kita “manusia” memiliki itu “hak dan kewajiban”, dimana hak yang dituntut haruslah seimbang dengan kewajiban yang telah dilakukan sehingga terjalin harmonisasi dalam perwujudan keadilan itu sendiri.
Keadilan pada dasarnya merupakan sebuah kebutuhan mutlak bagi setiap manusia dibumi ini dan tidak akan mungkin dapat dipisahkan dari kehidupan. Menurut Aristoteles, keadilan akan dapat terwujud jika hal – hal yang sama diperlakukan secara sama dan sebaliknya, hal – hal yang tidak semestinya diperlakukan tidak semestinya pula. Dimana keadilan memiliki cirri antara lain ; tidak memihak, seimbang dan melihat segalanya sesuai dengan proporsinya baik secara hak dan kewajiban dan sebanding dengan moralitas. Arti moralitas disini adalah sama antara perbuatan yang dilakukan dan ganjaran yang diterimanya. Dengan kata lain keadilan itu sendiri dapat bersifat hokum.
Keadilan itu sendiri memiliki sifat yang bersebrangan dengan dusta atau kecurangan. Dimana kecurangan sangat identik dengan perbuatan yang tidak baik dan tidak jujur. Atau dengan kata lain apa yang dikatakan tidak sama dengan apa yang dilakukan.
Kecurangan pada dasarnya merupakan penyakit hati yang dapat menjadikan orang tersebut menjadi serakah, tamak, rakus, iri hati, matrealistis serta sulit untuk membedakan antara hitam dan putih lagi dan mengkesampingkan nurani dan sisi moralitas.
Ada beberapa faktor yang dapat menimbulkan kecurangan antara lain ;
1.   Faktor ekonomi. Setiap berhak hidup layah dan membahagiakan dirinya. Terkadang untuk mewujudkan hal tersebut kita sebagai mahluk lemah, tempat salah dan dosa, sangat rentan sekali dengan hal – hal pintas dalam merealisasikan apa yang kita inginkan dan pikirkan. Menghalalkan segala cara untuk mencapai sebuah tujuan semu tanpa melihat orang lain disekelilingnya.
2.   Faktor Peradaban dan Kebudayaan sangat mempengaruhi dari sikapdan mentalitas individu yang terdapat didalamnya “system kebudayaan” meski terkadang halini tidak selalu mutlak. Keadilan dan kecurangan merupakan sikap mental yang membutuhkan keberanian dan sportifitas. Pergeseran moral saat ini memicu terjadinya pergeseran nurani hamper pada setiapindividu didalamnya sehingga sangat sulit sekali untuk menentukan dan bahkan menegakan keadilan.
3.   Teknis. Hal ini juga sangat dapat menentukan arah kebijakan bahkan keadilan itu sendiri. Terkadang untuk dapat bersikapadil,kita pun mengedepankan aspek perasaan atau kekeluargaan sehingga sangat sulit sekali untuk dilakukan. Atau bahkan mempertahankan keadilan kita sendiri harus bersikap salah dan berkata bohong agar tidak melukai perasaan orang lain. Dengan kata lian kita sebagai bangsa timur yang sangat sopan dan santun.
4.   dan lain sebagainya.
Keadilan dan kecurangaan atau ketidakadilan tidak akan dapat berjalan dalam waktu bersamaan karena kedua sangat bertolak belakang dan berseberangan.

Manusia Dan Penderitaan

Manusia dan Penderitaan

Penderitaan termasuk realitas dan dunia dalam kehidupan manusia. Ada keindahan dan cinta kasih berarti ada penderitaan. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan intensitas berat atau tidaknya penderitaan. Suatu peristiwa yang merupakan penderitaan bagi seseorang belum tentu penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan menjadi sebuah jalan untuk mencapai kebahagiaan.
Penderitaan akan di alami oleh semua orang,  itu merupakan suatu “risiko” hidup. Tuhan memberikan kesenangan dan kebahagiaan untuk hamba-Nya. Tetapi Tuhan juga memberikan penderitaan untuk membangun pribadi manusia agar menjadi lebih baik lagi dan agar tidak melupakan Tuhannya.

Penderitaan dan sebab-sebabnya
Sebab-sebab timbulnya penderitaan adalah sebagai berikut:
1.       Penderitaan yang tibul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan  yang timbul karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi pada kehidupan manusia dan sesamanya,dan lingkungannya. Penderitaan seperti ini biasanya disebut dengan nasib buruk. Nasib buruk ini dapat memperbaiki sifat manusia agar menjadi lebih baik dari sebelumnya.
2.       Penderitaan yang timbul karena penyakit,siksaan,adzab Tuhan
penderitaan manusia dapat disebabkan oleh penyakit,siksaan dan adzab Tuhan. Namun dengan kesabaran,ketabahan,tawakal dan optimism dapat menjadi usaha manusia untuk melewati dan mengatasi penderitaan tersebut.
Pengaruh penderitaan
Penderitaan memiliki penderitaan yang besar bagi hidup manusia. Yang dapat timbul dari manusia dapat berupa sikapdan sikap negative. Sikap negative misalnya penyesalan karena tidak bahagia, perasaan kecewa, putus asa dan ingin bunuh diri. Sikap seperti ini dapat menimbulkan sikap anti.
Sedangkan penderitaan juga menimbulkan sikap optimis. Artinya optimis mengatasi ppenderitaan hidup. Meyakini bahwa hidup bukan serangkaian penderitaan, melainkan perjuangan mengatasi penderitaan hidup dan penderitaan itu adalah bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreativ dan tidak mudah menyerah.

Senin, 05 Desember 2011

Manusia dan Cinta Kasih

Menurut saya, cinta itu sangat sulit di ungkapkan secara harfiah, tetapi bisa di rasakan keberadaannya. Remaja saat ini –khususnya- mahasiswa pasti sangat tidak asing dengan cinta dan kasih. Manusia dan Cinta kasih tidak dapat di pisahkan. Dimana ada manusia, disitu pasti ada cinta kasih. Setiap hari kita sangat dekat dengan cinta dan kasih. Kasih kepada teman, kasih kepada saudara dan keluarga. Kasih kepada sahabat dan sebagainya. Lalu bagaimana dengan cinta? Biasanya cinta identik dengan pasangan. Saya yakin anda yang sedang membaca tulisan saya pasti pernah atau sedang memiliki pasangan. Entah itu pasangan seumur hidup atau hanya sekedar ‘pacar’. Lalu apa arti cinta yang sebenarnya?
Di kamus besar bahasa Indonesia, cinta berarti rasa sangat suka (kepada),atau (rasa) sayang (kepada) , atau rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kasih berarti perasaan sayang atau cinta atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti dari cinta dan kasih hampir mirip tetapi sangat berbeda –menurut saya- kasih selalu melengkapi adanya cinta.
Menurut pribadi saya, cinta itu memberi dan bukan meminta. Cinta itu melengkapi hingga menjadi sempurna, bukan mencari yang sempurna. Cinta itu mengerti. Cinta itu bukan tentang ‘aku’ atau ‘kamu’ tapi tentang kita. Cinta itu selalu memaafkan. Cinta itu indah, sangat indah jika kita  bisa memanfaatkannya dan tidak salah menggunakkannya.
Saya pernah mendengar suatu kalimat yang sangat indah. “Tuhan, jagalah cintaku padanya agar tak melebihi cintaku pada-Mu.” Sungguh indah kalimat tersebut. Ingin rasanya menemukan orang yang tepat untuk dapat di cintai seumur hidup, yang dapat membantu kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Yang dapat membuat kita menjadi dekat pada sang pencipta. Yang membuat kita –para perempuan- di perlakukan seperti ratu oleh pasangan seumur hidupnya.
Mencintai seseorang bukan hanya sekedar perasaan, tapi juga harus di realisasikan dengan perbuatan. Jika anda hanya mencintai tanpa berjanji dan membuktikan untuk tak akan pernah menyakiti, mengkhianati dan akan tetap mencinta selamanya maka selamanya cinta itu akan terus ada, dan terus tumbuh setiap harinya.
Tapi jika cinta yang anda miliki hanya sekedar di mulut tanpa ada tindakan realisasi dari anda, maka cinta dan kasih itu tak akan tumbuh lama dan akan mati cepat atau lambat.
Jodoh memang di tangan Tuhan, tetapi pada akhirnya kita tetap harus berusaha menemukan jodoh yang sudah di tetapkan Tuhan untuk kita kan?
Cintailah orang yang tulus mencintaimu, maka kamu akan bahagia seumur hidupmu.
 

Kamis, 01 Desember 2011

MANUSIA DAN CINTA KASIH (IBD)


MANUSIA DAN CINTA KASIH
A.    Pengertian Cinta Kasih
Cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sangat kasih aau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kasih artinya perasaaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belah kasihan. Maka cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan..
Hikmah dari  cinta itu sangat besar. Diantaranya :
1.      Cinta itu merupakan ujian yang berat dan pait dalam hidup manusia, karena setiap cinta mengalami rintangan.
2.       Fenomena cinta yang telah melekat dalam jiwa manusia merupakan pendorong yang paling    besar dalam melestarikan lingkungan.
3.      Fenomena cinta merupakan faktor utama dalam kelanjutan hidup manusia.
4.      Fenomena cita, jika dierhatikan merupakan pengikat yang paling kuat dalam hubungan antar sesama umat manusia.
Cinta memegang peran penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentuan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat di masyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab.
Pengertian cinta menurut Dr. Sarlito W. Sarwono, dikatakan bahwa cinta memiliki tiga unsure yaitu keterikatan, keintiman, dan kemesraan. Yang dimaksud dengan keterikatan adalah adanya perasaan hanya untuk bersama dia. Kemudian unsur yang kedua yaitu keintiman, yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara anda dan dia sudah tidak ada jarak  lagi. Lalu unsure yang ketiga adalah kemesraan yaitu adanya rasa ingin membelai dan dibelai.

Cinta menurut ajaran agama          :
1.      Cinta diri
Cinta ini adala dorongan nutuk menjaga diri.
2.      Cinta kepada sesama  manusia
Agar manusia dapat hidup degan penuh keserasian dan keharhmonisan dengan manusia lainnya, tidak boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya.
3.      cinta seksual
cinta erat kaitannya dengan dorongan seksual.
4.      Cinta kebapakan
Mengingat bahwa antara ayah dengan anak-anaknya tidak terjalin oleh ikatan-ikatan fisiologis seperti yang menhubungkan si ibu dengan anak-anaknya.
5.      Cinta kepada Allah
Puncak cinta manusia, yang paling bening, jernih dan spiritual ialah cintanya kepda Allah dan kerinduannya kepada-Nya.
6.      Cinta kepada rasul, yang diutus Allah sebagai rahmah bagi seluruh alam semesta, menduduki peringkat kedua setelah cinta kepada Allah.


B.     Kasih sayang
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S Poerwadaminta adalah perasaan saying, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Kasih sayang merupakan sebuah kunci dari kebahagiaan.
 Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh. Bila salah satu unsure kasih saying hilang maka retaklah keutuhan suatu hubungan tersebut.

C.     Kemesraan
Kemesraan berasal dari kata nesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesran ialah hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam.

Sumber            : Diktat Kuliah “Ilmu Budaya Dasar”
Karya               : Widyo Nugroho dan Achmad Muchji
Penerbit            : Universitas Gunadarma






 

^,^ Dewi Suciati ^,^. Design By: SkinCorner